Gapoktan Triguna 45, PPPUD Polinela dan Warkop WAW Kolaborasi

0
6

Pemanfaatan Limbah
Kulit Kopi dan Buah Maja
sebagai pengolahan Pupuk Cair

Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung melalui Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) dengan ketua Analianasari,S.T.P., M.T.A., Eko Win Kenali S.Kom. M.Cs, Dayang Berliana, S.P., M.Si, dan Meinilwita. S.T.P., M.Agr. Sc., dengan mitra Gapoktan Triguna 4.5 yang di ketuai oleh Bapak Nana Permana berlokasi di Desa Tribudisyukur Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat merupakan program Tahun kedua.
Tahun pertama berfokus pada pemanfaatan alat produksi yang dimiliki Gapoktan berupa solar dome drayer untuk memperbaiki pasca panen kopi. Tahun kedua berfokus pada pemanfatan limbah kulit kopi yang dihasilkan dari proses pengolahan biji kopi hijau pada peningkatan produksi kopi dan Integrasi dengan peternakan.

Limbah kulit kopi yang dihasilkan dari proses pengolahan pasca panen biji kopi, baik pengolahan kering dan basah oleh petani gapoktan Triguna belum dioptimalkan, secara maksimal, sedangkan limbah yang dihasilkan cukup besar berkisar 35% persen kulit kopi. Kandungan limbah kulit kopi ini cukup tinggi dan sangat baik bagi tanaman, diantaranya yaitu nitrogen, fosfor dan kalium.

Tim Polinela berkolaborasi Kedai Kopi Warkop ‘WAW” yang di gawangi oleh owner kopi WOW yaitu Bapak Ismail Komar SH MM sebagai narasumber, untuk melakukan Pelatihan Pengolahan kulit kopi menjadi Pupuk Cair yang dilaksanakan pada tanggal 24 April 2021 di Kelompok Triguna 4.5 desa Tribudi Syukur. Tujuan Warkop Wow adalah memberikan pemahaman bahwa bahan baku yang bersumber dari kearifan lokal dapat membantu petani untuk merenovasi tanah akibat pemakaian pupuk kimia yang terus menerus sehingga biji kopi yang dihasilkan memiliki kandungan fungsional yang baik bagi Kesehatan peminumnya.

Saat ini penikmat kopi selain ingin menikmati kopi juga ingin mendapatkan manfaat Kesehatan dari kopi yang diminumnya. Hal ini menjadi penting untuk dilakukan perbaikan budidaya kopi melalui penggunaan pupuk yang ramah lingkungan melalui pembuatan pupuk cair.
Pupuk Cair dibuat dari bahan-bahan berbasis bahan baku lokal artinya tersedia di sekitar lingkungan pedesaan, salah satunya adalah buah maja sebagai bahan utama, dan bahan-bahan lainnya. Buah maja dipilih karena mengandung senyawa Nitrogen tinggi yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk organic yang terbuat dari buah maja akan mampu menyediakan unsur hara bagi tanaman untuk mengurai unsur organic pada tanah. Pemilihan buah maja yang matang merupakan factor penting karena memiliki kandungan gula sehingga membantu proses ferementasi.

Bahan lain yang digunakan adalah limbah kulit buah kopi dari biji kopi petik merah. Kulit buah kopi yang sudah matang sempurna mengandung kadar air 55%, protein 10%, gula reduksi 12,1%, polifenol 3,45%, pektin, 6,9%, klorogenat 2,4%, dan tannin 6% (Puspha & Naidu, 2011). Kandungan kimia yang kompleks dari bahan baku yang disediakan bertujuan untuk mendapatkan pupuk cair yang memiliki kandungan organic yang dibutuhkan oleh tanaman kopi sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia, memperbaiki unsur hara tanah, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan HPT (hama penyakit tanaman), meningkatkan produksi dan mutu cita rasa kopi. (rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here