Indahnya Gunung Rajabasa

0
52

Niat kami untuk berbagi pengetahuan tentang budidaya kopi kesampaian. Yah, Petani kopi di kaki Gunung Rajabasa, Lampung Selatan menjadi tempat kami berbagi dan menimba ilmu. Senang karena ini lah kesempatan langka. Bagaimana tidak sejak 2018 kami bergelut dengan kopi melalui produk unggulan kami Kopi WAW sudah bertekad tidak ingin memiliki kebun.

Lah, Kenapa? Apakah ini tidak bahaya untuk keberlangsungan bisnis. Jujur keyakinan ini muncul setelah kami pulang dari Baitullah. Terasa betul bahwa kami benar-benar sudah terlalu “serakah” selama ini. Karena itu saya dan Nyonya dr. Endang Purwaningsih bertekad tidak ingin terlalu punya banyak. Apalagi setelah sakit saya secara pribadi benar-benar merasakan pukulan akibat terlalu “serakah” sehingga tidak memikirkan kesehatan.

Nah sekarang kami memulai bisnis dengan pembatasan di depan. Kerap dalam bincang-bincang dimanapun kami berujar untuk punya maksimal dua warkop saja tidak lebih. Kemudian juga tidak ingin memiliki kebun agar kami bisa terus berbagi. Tentu ini keputusan berat. Tapi jujur setelah mendeklarasikan hal tersebut kami lebih tenang. Tanpa beban. Tak ada rasa iri, karena orang lain memiliki lebih yang kami miliki. Tentu saja ini menyenangkan.

Saat kami berbagipun jadi begitu lepas tanpa embel-embel apapun. Ke teman-teman petani kami katakan niat ingsun berbagi bukan untuk mengikat. Artinya petani boleh menjual kopi ini kesiapapun, bukan hanya ke Warkop WAW. Apakah nanti misuh-misuh. Ya, enggaklah. Bahkan sampai pemupukanpun kami sharingkan. Antusiasme temen-temen petani luar biasa. Project ini nantinya akan diluncurkan tahun 2022. Wah lama sekali? Iya. Banyak hal yang kami perbaiki bersama teman-teman. Tentu saja dengan bantuan rekan-rekan di KPH Rajabasa dan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.

Bersama Anak Sulung Saya Pramesetya RR, kami benar-benar menikmati. Jujur saya benar-benar menikmati. Bang Subhan dan Thorig selalu menemani kami. Sebenarnya mereka yang punya ide. Kami hanya menjalankan dan mencoba mendesain agar lebih baik lagi. Pramesetya kerap saya sapa Mames punya kepentingan. Sebagai roaster muda. Putri sulung saya ini benar-benar saya ingin kenalkan dengan bean unggulan yang akan tercipta di tahun 2022. Sehingga dengan langsung turun Dia saya harapkan benar-benar mampu mendeskripsikan notes yang akan muncul di kopi ini. (bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here